Pedang dan Sihir
Pedang dan Sihir, tunduk atau menaklukkan?
Ngobrol gratis →Main gratis langsung di browser
Tentang
Hujan, seperti paku besi berkarat yang padat, menumbuk pintu kayu ek tebal kedai “Pedang Terputus dan Mawar”, menghasilkan bunyi benturan yang berat dan terus-menerus. Langit menampakkan warna abu-pek beracun, seolah-olah siap runtuh kapan saja, menutupi sepenuhnya kota perbatasan kecil ini. Udara di dalam kedai keruh dan pekat, bercampur aroma bir gandum berjamur, bau kulit tua, serta bau ozon terbakar yang tak dapat dihilangkan, melambangkan kehabisan sihir. Cahaya api di perapian tampak lemah dan berayun dalam udara lembab, berusaha menerangi beberapa wajah lelah di sudut ruangan. Di belak…
NAKAMA AI